Bagaimana Menganalisis Tingkat Perputaran Karyawan

Tingkat keluar masuk karyawan menunjukkan tingkat di mana bisnis Anda mempekerjakan dan memecat karyawan. Tingkat keluar masuk karyawan yang rendah menunjukkan bahwa Anda memiliki lingkungan kerja yang baik yang memungkinkan Anda mempertahankan karyawan Anda. Tingkat keluar masuk karyawan yang tinggi tidak hanya menandakan kemungkinan masalah di kantor, tetapi juga dapat merugikan bisnis Anda secara finansial. Ini karena Anda harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mengiklankan lowongan kerja, mewawancarai kandidat, dan melatih karyawan baru.

1

Periksa catatan sumber daya manusia perusahaan Anda untuk menemukan jumlah karyawan yang dimiliki bisnis Anda pada akhir periode waktu. Juga tentukan jumlah karyawan yang dilepaskan perusahaan selama periode waktu yang sama.

2

Bagilah jumlah karyawan yang diberhentikan dengan jumlah karyawan di akhir periode untuk mendapatkan tingkat keluar masuk karyawan. Kalikan angka ini dengan 100 untuk menyatakannya sebagai persentase. Misalnya, anggap perusahaan Anda telah memecat 50 karyawan selama setahun dan mempekerjakan 300 anggota staf pada akhir tahun. Tingkat keluar masuk karyawan perusahaan akan menjadi 16,67 persen ([50/300] X 100).

3

Bandingkan tingkat turnover karyawan Anda dengan tingkat turnover karyawan rata-rata nasional. Misalnya, Pusat Pengembangan Bisnis dan Teknologi Kecil Missouri melaporkan tingkat rata-rata nasional menjadi 14,4 persen per tahun. Oleh karena itu, jika dibandingkan dengan rata-rata nasional, 16,67 persen merupakan tingkat turnover yang agak tinggi.

4

Bandingkan tingkat turnover karyawan perusahaan Anda dengan tingkat rata-rata di industri atau wilayah Anda. Berbagai industri memiliki tingkat perputaran karyawan rata-rata yang berbeda. Dengan demikian, Anda mungkin memiliki tingkat turnover karyawan yang normal meskipun terlihat tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata nasional. Misalnya, industri perhotelan mungkin memiliki tingkat keluar masuk karyawan yang lebih tinggi, terutama di area di mana aktivitas pariwisata bersifat musiman.